Sabtu, 22 Oktober 2016

Mencintai Suami Orang Dalam Islam Itu Bahagia Tapi Sengsara

Mencintai Suami Orang Dalam Islam Itu Bahagia Tapi Sengsara

Jika seseorang sudah mengalami jatuh cinta maka tidak ada logika apapun yang dilaksanakannya. Orang yang paling pintar di dunia jika sudah jatuh cinta pasti akan sangat bodoh terutama bagi seseorang yang mencintai suami orang dalam islam itu diharamkan. Memang memberikan suatu kebahagiaan namun menyengsarakan. Tidak selamanya orang yang mencintai suami orang itu jelek hanya untuk memanfaatkan dirinya terutama masalah uang. Ada seseorang perempuan yang jatuh cinta dengan tulus pada suami orang. Namanya juga sudah jatuh cinta dan hati yang terjatuh pas dengan dirinya. Maka tidak ada pandang bulu entah memiliki pasangan atau tidak.

Namun ketika seseorang mencintai suami orang dalam islam diharamkan dan akan memiliki berbagai macam resiko yang harus dipertanggung nantinya.

Resiko Mencintai Suami Orang Dalam Islam

Cinta penuh dusta

Cinta dalam hal ini memang indah namun penuh dengan dusta. Kedua pasangan ini tidak akan bisa menikmati indahnya cinta sesungguhnya. Memang bisa keluar bersama, makan malam bersama berdua, mengobrol santai berdua. Namun ketika sudah bertemu akan ada dusta kepada masing-masing pasangan. Sehingga bisa disimpulkan tidak akan bebas untuk selalu pergi bersama. Karena takut ketahuan. Selalu bermain di belakang dengan dusta dan hanya itu yang selalu dilakukan.

Merusak rumah tangga orang lain

Hubungan cinta jika dijalani seperti ini maka akan merusak rumah tangga orang lain sehingga merenggut kebahagiaan yang sah atas tali pernikahan. Jika ada salah satu yang dapat meyakinkan untuk bersama berdua selamanya dengan menceraikan istrinya maka itulah yang akan menjadi sebab utama rumah tangga akan berakhir. Selain itu, akan menciptakan perceraian dan merusak rumah tangga serta anak-anaknya.

Dicap orang perusak rumah tangga

Seseorang yang sudah menjalani hubungan gelap mencintai suami orang, maka akan dianggap sebagai orang yang merusak rumah tangga orang lain. Apapun alasannya bahkan pria tersebut lebih dahulu menyukainya. Tetap saja wanitalah yang akan dicap sebagai perusak rumah tangga. Tidak akan betah jika mendapatkan julukan seperti ini. Bahkan anaknya pun akan terkena dampak negatifnya.

Pria yang tidak setia

Mungkin nikmat akan berbahagia bisa memalingkan perhatian pria dari istri dan anaknya. Mungkian akan bangga jika pria lebih memilih untuk jalan berdua dibandingkan untuk membahagiakan anak dan istrinya. Namun perlu disadari bahwa wanita itu berjalan dengan pria yang tidak setia yang meninggalkan anak dan istrinya dengan wanita lain. Hubungan yang dilakukan ini juga terlarang. Apakah ini pantas untuk menjadi pasangan seumur hidup. Pria yang tidak setia ini adalah penyakit dan akan diulangi untuk jalan selanjutnya.

Itulah dampak dan resiko yang nantinya akan terjadi ketika seorang wanita mencintai suami orang dalam islam. Ketika sudah memutuskan mencintai orang lain maka intropeksi diri terlebih dahulu. Lihat kondisi pria tersebut apakah sudah menikah, memiliki anak atau masih lajang dan jomblo. Jauh lebih baik pilih dan cari pria yang masih belum memiliki status nikah. Karena merusak rumah tangga orang lain dalam islam itu haram yang menyengsarakan dan menyebabkan penderitaan istri dan anaknya di dunia serta akan masuk neraka selamanya di akhirat kelak. Oleh karena itu, jalani hubungan yang terbuka jangan sembunyi-sembunyi yang masih sama-sama belum memiliki pasangan. Setelah mantap segera untuk menikah untuk menguatkan hubungan.

Previous
Next Post »